Pelajar Tewas Korban Tawuran di Medan
Korban Sempat Pamit ke Teman Sekelas
pelajar Sekolah Menengah Kejuruan(SMK) Negara 9 Medan yang tewas dibantai pelajar lain di SPBU Jalur Kapten Sumarsono Medan, dikabarkan pernah menampilkan isyarat tidak biasa ke guru sampai ke sahabat sekelasnya.
Perihal ini dibeberkan oleh Wali Kelas korban, Rohaya Naibaho dikala menghadiri rumah duka di Jalur Pasar V, Kelurahan Lalang, Kecamatan Medan Sunggal.
Saya ingin berangkat, kamu baik- baik kamu ya. Peksos( Jurusan sekolah) itu wajib sukses ya. Ia udah pesan ke temannya. Jadi telah terdapat firasat la, kemesraan seluruhnya," kata Rohaya Naibaho, menirukan perkataan korban ke sahabatnya,Tidak hanya itu, pada minggu kemudian korban pula menampilkan perilaku berbeda dari umumnya. Kala Rohaya mengadakan kegiatan makan- makan di kelas korban yang membereskan seluruhnya.Tetapi kala kegiatan diawali Eko Farid Azam malah menyendiri.
" Terus ia videokan serta memilah lagu entah dimana dirimu terletak, hampa terasa hidupku tanpa dirimu. Lagu ini juga kena pula ke peristiwa ini, lagu itu kayaknya ia telah mulai merasa," ucapnya. Wali kelas korban pula menguak sebagian jam pertemuan terakhir dengan muridnya itu saat sebelum tewas dibantai. Sembari menangis tersedu- sedu Rohaya menarangkan dirinya pernah berjumpa dengan korban dikala perayaan hari guru di SMKN 9 Medan.
Dikala itu almarhum Eko Farid pernah salam serta memohon maaf kepadanya sebab tidak dapat berikan kado kepada Wali Kelasnya di momen hari guru Nasional.Mendadak Rohaya langsung memeluk anak muda yang ditinggal bapaknya semenjak kecil ini.
Ia ini anaknya manja. Baru tadi malam ia salam aku, ia memohon maaf tidak membagikan kado di hari guru. Jadi aku peluk, bilang ia anak baik serta jauh lebih besar kebaikannya daripada kado," kata Rohaya Naibaho, Wali Kelas korban di rumah duka di Jalur Pasar V, Kelurahan Lalang, Kecamatan Medan Sunggal, .
Saat sebelum pertemuan terakhir antara Rohaya dengan Eko Farid Azam, korban juga pernah menekan Rohaya masuk kelas. Sementara itu kala itu dirinya lagi cuti serta terletak di luar kota, Korban mengecam tidak masuk kelas serta turut upacara hari guru bila Rohaya tidak tiba.
Mengenali harapan murid kesayangannya itu Rohaya menuruti serta turut memperingati hari momen yang jadi pertemuan terakhirnya dengan korban.
Walaupun korban bukan terkategori murid yang berprestasi namun guru serta rekan mencintai korban sebab dinilai baik.
TKP KEJADIAN
Sehabis tewasnya Eko, Rohaya berharap Polisi lekas menangkap pelakon yang membunuh almarhum. Dia juga takut tawuran antar pelajar terus menjadi bergejolak, bila pelakon tidak lekas ditangkap. Harapan aku polisi kilat cari pelakunya. Kita engga ketahui ke depannya.
Bisa jadi anak anak terdapat yang ngumpul lagi buat membela ini," harapnya. Lebih dahulu, aksi tawuran sadis antar pelajar terjalin dalam suatu SPBU di Jalur Kapten Sumarsono Kecamatan Sunggal, Eko tewas dibacok, dipukuli diprediksi pelajar dari sekolah lain di SPBU Jalur Kapten Sumarsono Medan, Dia tewas di dalam minimarket SPBU dikala berupaya menyelamatkan diri dari keberingasan para pelakon yang terus mengejarnya memakai senjata tajam, kayu serta pentungan basbol. Anak muda berumur 16 tahun ini tewas terkapar diprediksi kehilangan darah sebab bacokan di paha sebelah kirinya.
Atmosfer tangis nampak rusak di kediaman Farid( 15), di Jalur Pinang Baris II, Kelurahan Lalang, Kecamatan Medan Sunggal, Tidak sedikit sahabat sekolah korban yang tiba meneteskan air mata dikala memandang jenazah Farid datang di rumah dihantar mobil ambulans.
Ratusan masyarakat serta sahabat korban nampak memadati kediaman siswa Kelas 10 Jurusan Pekerja Sosial( Pedsos) 1 Sekolah Menengah Kejuruan(SMK) Negara 9 Medan itu.
Bagi penjelasan seseorang perempuan yang mengaku sahabat sekolah korban dikala ditemui di rumah duka berkata Farid diketahui selaku anak yang baik serta memiliki banyak sahabat.
Perempuan yang enggan menyebut namanya itu juga kaget bila Farid tewas akibaf tawuran di Jalur Kapten Sumarsono, Desa Helvetia, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang,)
“ Orangnya baik serta banyak sahabat. Kami kaget Farid wafat dunia akibat ikut serta tawuran,” ucap wnita berhijab itu.
Sedangkan, bagi penjelasan orang sebelah korban berkata Farid ialah anak tunggal yang semenjak kecil tinggal bersama neneknya.
“ Setahu kami, Farid semenjak kecil tinggal sama neneknya disini. Ia anak tunggal bang,” ucap masyarakat. Sedangkan, Kepala Bidang Sekolah Menengah Kejuruan(SMK)/ SMA Dinas Pembelajaran Provinisi Sumut didampingi Kepala Sekolah Sekolah Menengah Kejuruan(SMK) Negara 9 Medan Sukardi dikala ditemui di depan rumah duka menyayangkan peristiwa tersebut.
Mantan Kepala Cabang Dinas Pembelajaran Medan Utara itu juga berharap peristiwa maut tawuran yang merenggut nyawa Farid merupakan yang terakhir.
“ Aku berharap, peristiwa ini merupakan yang awal serta yang terakhir,” tegasnya.
Sakti Siregar pula mengatakan tidak hanya OSIS, organanisasi yang lain dilarang merambah dunia per sekolahan, spesialnya di Sumatera Utara.
Sakti juga memohon para orangtua supaya senantiasa lebih mencermati anaknya, supaya betul- betul sekolah dalam menuntut ilmu pembelajaran.
Sakti meningkatkan, grupnya bersama Polsek Sunggal hendak melaksanakan pertemuan terhadap segala kepala sekolah SMA/ Sekolah Menengah Kejuruan(SMK) yang terdapat di Medan
Dimana, pertemuan itu guna mangulas serta mencari pemecahan terpaut aksi tawuran para pelajar yang terus menjadi mengkawatirkan tersebut.
“ Mudah- mudahan dengan pertemuan segala kepala sekolah nantinya, aksi tawuran para pelajar bisa diatasi,” ucapnya mengakhiri.
Semata- mata dikenal, Farid tewas akibat cedera tusukan senjata tajam menimpa paha kiri oleh sekelompok pelajar di suatu pengisian bahan bakar( SPBU) di Jalur Kapten Sumarsono, Desa Helvetia, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Diprediksi akibat kehilangan darah, korban juga meregang nyawa menggunakan seragam pramuka di areal SPBU.
Usai menghabisi nyawa korban,para pelakon dengan mengendarai sepeda motor berangkat meninggalkan posisi. Petugas Polsek Sunggal serta Regu Inafis Polrestabes Medan yang menemukan laporan langsung tiba ke posisi serta memandang korban terbujur kaku berlumuran darah.
Berikutnya, guna penyelidikan lebih lanjut, polisi juga mengevakuasi jenazah korban ke Rumah sakit. Bhayangkara Medan.




Sangat Miris lihat korban
BalasHapuspelaku yang harus di hukum berat, sudah sangat binasa terhadap korban
BalasHapussemoga kita selalu di lindungin, di jauhkan dari kejadian ini
BalasHapus