Bulan madu yang seharusnya indah malah berakhir kematian

Malam pertama pasangan pengantin baru berakhir mengenaskan
Bulan madu yang seharusnya membawa kenangan indah malah berakhir kematian untuk pengantin wanita dan tuntutan pembunuhan untuk pengantin pria.
Hubungan intim di malam pertama yang sepatutnya memberikan kebahagiaan pada kenyataannya malah berakhir mengerikan dengan kematian.
Sang istri tewas empat hari kemudian.
Malam pertama maut ini bermula saat sepasang pengantin baru melakukan maraton berhubungan intim selama 48 jam.
Akibatnya, pengantin wanitanya tewas mengenaskan empat hari kemudian.
Bahkan, sang dokter pun kaget lalu membongkar fakta mengerikan yang terjadi terhadap pengantin wanita tersebut.
Ternyata, bersama pasangannya, wanita ini juga diketahui sempat melakukan hubungan intim selama 5 jam tanpa berhenti.
Akibat Sangat Mencintai Istri Nya, Suami Berdalih Melakukan Ritual
Namun, yang paling mengerikan lagi, adalah saat dokter menemukan benda berbahaya di organ intim pengantin wanita.
Sang pengantin pria berdalih dia sangat mencintai istrinya dan melakukan 'ritual' hubungan badan berbahaya setelah mendapat persetujuan dari sang istri. Semua terungkap dari keterangan Ralph Jankus (52) yang diadili.
Dia diadili atas kematian istrinya yang berusia 49 tahun, Christel, beberapa hari setelah mereka menjalin ikatan pernikahan.
Jaksa penuntut mengatakan pasangan itu terlibat sesi hubungan badan yang fatal yang melibatkan aksi 'perbudakan' dan teknik sadomasokisme lainnya (BDSM) selama 48 jam.
Selama sesi hubungan badan selama dua hari, Ralph diduga memasukkan benda tajam ke dalam anus pengantin wanitanya.
Aksi berbahaya ini menyebabkan istrinya menderita usus berlubang.
Tim medis menyebut ada kait berduri yang dimasukkan dalam dirinya yang menyebabkan cedera parah saat dilepas.
Jaksa menuduh pengantin pria gagal mendapatkan bantuan medis untuk istri barunya dan meninggalkan korban selama empat hari dalam penderitaan.
Ralph mengklaim bahwa dia tidak menyadari bahwa nyawa Christel dalam bahaya.
Ia mengatakan bahwa tindakan hubungan intim itu berdasarkan kesepakatan.
Setelah istrinya meninggal, dia menuliskan berita duka di Facebook yang memicu teman-teman mereka menyampaikan belasungkawa.
"Saya ingin mengucapkan terima kasih atas pesan niat baik yang diterima pada hari pernikahan kami," tulis dia.
"Sayangnya saya harus memberitahu Anda bahwa istri saya tersayang tiba-tiba meninggal hanya delapan hari setelah pernikahan kami."
Mengutip media Bandot, Antenae 1, Kamis (20/6/2019), Ralph—yang mulai berkencan dengan korban pada 2011—menghadapi hukuman penjara jika terbukti bersalah.
Dampak Yang Buruk Jika Mempunyai Pasangan Fantasi Liar
Dampak Kesehatan Terlalu Sering Berhubungan Intim
Sebenarnya, tidak ada patokan kapan hubungan intim dapat dikatakan terlalu sering. Selama hubungan seks dilakukan atas kemauan dan kenyamanan kedua pihak, berapa pun frekuensinya tidak menjadi masalah.
Beda cerita bila hubungan seks dilakukan atas dasar paksaan atau tidak menerapkan perilaku seks sehat dengan tidak menggunakan kondom dan sering bergonta-ganti pasangan seksual. Beragam dampak buruk tentu bisa timbul, apalagi bila terlalu sering berhubungan seks.
Berikut ini adalah dampak yang dapat terjadi jika Anda dan pasangan terlalu sering berhubungan intim:
1. Organ intim terluka
Salah satu dampak terlalu sering berhubungan intim adalah luka pada organ intim, seperti lecet, bengkak, dan nyeri. Luka dapat terjadi akibat gesekan terus-menerus pada alat kelamin.
2. Kelelahan
Terlalu sering berhubungan seks juga dapat mengakibatkan kelelahan, terutama bila dilakukan saat perut lapar, kurang minum, atau kurang tidur. Ini karena hubungan intim dapat menguras banyak energi.
3. Infeksi saluran kemih
Dampak lain terlalu sering berhubungan intim adalah terkena infeksi saluran kemih (ISK), terutama pada wanita yang memiliki uretra lebih pendek daripada laki-laki. Kondisi ini memudahkan bakteri untuk masuk dan menginfeksi organ perkemihan.
Risiko ISK juga meningkat apabila terlalu sering melakukan seks oral tanpa kondom atau dental dam serta sering bergonta-ganti pasangan seksual.
4. Infeksi menular seksual
Terlalu sering berhubungan intim juga dapat menyebabkan terjadinya infeksi menular seksual, terutama pada orang yang sering bergonta-ganti pasangan. Pasalnya, infeksi menular seksual dapat dengan mudah menyebar melalui hubungan intim, baik secara vaginal, anal, atau oral.
Secara umum, gejalanya berupa nyeri saat buang air kecil, keluarnya cairan dari alat kelamin, serta luka atau kutil di area kelamin.
5. Gangguan mental
Orang yang terlalu sering berhubungan intim juga bisa stres atau bahkan mengalami gangguan mental, seperti depresi dan gangguan kecemasan, bila hubungan seks dilakukan atas dasar paksaan atau hanya ingin melayani pasangan saja.
Jika hal ini terjadi berulang kali hingga membuat salah satu pihak tidak nyaman, jangan ragu untuk memberi tahu pasangan. Katakan apa yang membuat tidak nyaman agar Anda dan pasangan bisa mencari solusinya. Dengan begitu, kepuasan seksual dapat tercapai bagi kedua belah pihak.
Selain berbagai dampak di atas, terlalu sering berhubungan intim juga bisa menyebabkan nyeri punggung, kram perut, dan sakit kepala.
Seperti telah disebutkan bahwa tidak ada patokan berapa kali harus berhubungan seks. Namun, jika hubungan seksual sudah terlalu sering sampai menimbulkan dampak terhadap kesehatan, baik fisik maupun mental, jangan ragu konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
wah blogger yang bagus
BalasHapus